pengusaha jam tangan dari kayu raih jutaan

https://rios-kesehatan.blogspot.co.id

“pengusaha jam tangan dari kayu raih jutaan”

Dunia pekerjaan memang semakin sulit ditemukan sekarang. Sehingga lebih banyak orang yang beralih ke membuka usaha. Dalam membuka usaha banyak orang yang mencurahkan ide kreatifnya sehingga usaha yang diciptakan lebih unik dan berbeda dari yang lain. Latar belakang pendidikan bukanlah hal yang penting dalam berwirausaha melainkan kemampuan dan kreatifitaslah yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. demikian pula dengan salah seorang wirausahawan muda yag satu ini. Lucky Danna Aria contohnya, ia yang lulusan dari salah satu SMA Negeri di Bandung ini sukses membangun dan mengelola bisnisnya sendiri. Dan bahkan tidak tanggung-tanggung, bisnisnya kini bisa menembus pasar internasional yang notabene tentunya memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat. Tidak begitu saja ia bisa menerima sukses dalam bisnis yang ia kelola. Ada kisah panjang di balik perjalanan bisnis yang ia bangkit dari nol. Banyak pula rintangan dan ujian yang sudah Lucky lalui dalam setiap langkahnya menyebarkan bisnisnya. 
https://rios-kesehatan.blogspot.co.id
Lucky sendiri sebelum menekuni bisnisnya ketika ini, dulunya ialah seorang karyawan. Ia bekerja sebagai seorang Head of Marketing Communication pada sebuah perusahaan kue. Lalu kapan tepatnya Lucky memiliki ide untuk menyebarkan bisnisnya, ide itu muncul pada tahun tutur Lucky.
Ia terinspirasi dengan produk jam tangan dari kayu yang ia beli dari Amerika Serikat. Padahal materi dasar yang berupa kayu tersebut didatangkan dari Indonesia. Lantas ia mempunyai pikiran, kenapa jam tangan dari kayu tersebut dibuat di Indonesia saja lalu dipasarkan ke manca negara.
Selain terinspirasi dari jam tangan kayu yang ia beli dari Amerika tersebut, ia juga termotivasi dari tantangan mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal yang juga pernah menjabat menteri. Kala itu Dino Patti Djalal menantang anak muda Indonesia yang concern terhadap wirausaha untuk membuat produk dalam negeri yang bisa bersaing di dunia internsional menyerupai jam kayu tersebut.
https://rios-kesehatan.blogspot.co.id
Nah, kemudian setelah pulang ke Tanah Air Lucky tak pribadi mengeksekusi idenya. Ada beberapa hal yang harus ia persiapkan dalam membuka usaha jam tangan dari kayu itu. Bahkan Lucky membutuhkan waktu satu tahun untuk berguru wacana jam tangan, riset dan juga mencari perajin yang bisa mewujudkan ide darinya. “Selama satu tahun aku berguru bagaimana sebuah jam tangan bisa diproduksi dan diaplikasikan pada material yang waktu itu belum pernah dibuat,” demikian ujarnya.
Dengan modal awal sebesar 30 juta yang ia kumpulkan dari gajinya menjadi karyawan, alhasil Lucky bisa juga memproduksi jam tangan kayu. Ia pun memberi brand pada jam tangan kayu yang ia produksi dengan nama Matoa. Ini didorong atas impian untuk mengangkat konten Indonesia dalam bersaing di pasar global.
Yang membanggakan lagi, dari semua produk dari Matoa, semuanya menggunakan nama-nama pulau yang ada di Indonesia. Sampai ketika ini, ada tujuh jenis produk jam tangan dari Matoa dengan mengusung nama Rote, Sumba, Gili, Moyo, Flores, Alor dan Sumba.
Ternyata produk-produk Matoa dengan menggunakan nama pulau di Indonesia ini sangat diminati dan berhasil bersaing dengan produk lainnya. Pada bulan pertama launching produk Matoa, Lucky bisa menjual 100 unit jam tangan. Pada produksi pertama tersebut, diberi nama Rote, Flores dan Sumba dengan harga Rp 890.000 per unit.
Menggunakan kayu eboni dari Makassar dan maple sebagai materi utama jam tangan Matoa, Lucky terus berkreasi untuk menyebarkan bisnisnya. Yang menjadi salah satu kelebihan produk jam ini ialah pembuatnnya yang masih menggunakan tenaga manusia.
Meskipun tidak seluruhnya menggunakan tenaga manusia, namun setidaknya 30% dari proses pembuatan masih disentuh pribadi oleh tangan kreatif manusia. Nah, inilah yang menjadi salah satu faktor daya tarik untuk bersaing dengan produk luar negeri.
https://rios-kesehatan.blogspot.co.id
Dari kelebihan yang tidak dimiliki oleh produk luar negeri tersebut, perkembangan Matoa semakin pesat dan signifikan. Untuk ketika ini, Matoa bisa diproduksi dalam kisaran 400 hingga 500 unit setiap bulannya. Bahkan untuk menerima jam tangan Matoa ketika ini, konsumen harus rela menunggu terlebih dahulu selama hingga dua minggu. Ini alasannya ialah besarnya ajakan dari pasar yang terus berkembang.
Advertisements