pengusaha jam tangan dari kayu raih jutaan

https://rios-kesehatan.blogspot.co.id

“pengusaha jam tangan dari kayu raih jutaan”

Dunia pekerjaan memang semakin sulit ditemukan sekarang. Sehingga lebih banyak orang yang beralih ke membuka usaha. Dalam membuka usaha banyak orang yang mencurahkan ide kreatifnya sehingga usaha yang diciptakan lebih unik dan berbeda dari yang lain. Latar belakang pendidikan bukanlah hal yang penting dalam berwirausaha melainkan kemampuan dan kreatifitaslah yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. demikian pula dengan salah seorang wirausahawan muda yag satu ini. Lucky Danna Aria contohnya, ia yang lulusan dari salah satu SMA Negeri di Bandung ini sukses membangun dan mengelola bisnisnya sendiri. Dan bahkan tidak tanggung-tanggung, bisnisnya kini bisa menembus pasar internasional yang notabene tentunya memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat. Tidak begitu saja ia bisa menerima sukses dalam bisnis yang ia kelola. Ada kisah panjang di balik perjalanan bisnis yang ia bangkit dari nol. Banyak pula rintangan dan ujian yang sudah Lucky lalui dalam setiap langkahnya menyebarkan bisnisnya. 
https://rios-kesehatan.blogspot.co.id
Lucky sendiri sebelum menekuni bisnisnya ketika ini, dulunya ialah seorang karyawan. Ia bekerja sebagai seorang Head of Marketing Communication pada sebuah perusahaan kue. Lalu kapan tepatnya Lucky memiliki ide untuk menyebarkan bisnisnya, ide itu muncul pada tahun tutur Lucky.
Ia terinspirasi dengan produk jam tangan dari kayu yang ia beli dari Amerika Serikat. Padahal materi dasar yang berupa kayu tersebut didatangkan dari Indonesia. Lantas ia mempunyai pikiran, kenapa jam tangan dari kayu tersebut dibuat di Indonesia saja lalu dipasarkan ke manca negara.
Selain terinspirasi dari jam tangan kayu yang ia beli dari Amerika tersebut, ia juga termotivasi dari tantangan mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal yang juga pernah menjabat menteri. Kala itu Dino Patti Djalal menantang anak muda Indonesia yang concern terhadap wirausaha untuk membuat produk dalam negeri yang bisa bersaing di dunia internsional menyerupai jam kayu tersebut.
https://rios-kesehatan.blogspot.co.id
Nah, kemudian setelah pulang ke Tanah Air Lucky tak pribadi mengeksekusi idenya. Ada beberapa hal yang harus ia persiapkan dalam membuka usaha jam tangan dari kayu itu. Bahkan Lucky membutuhkan waktu satu tahun untuk berguru wacana jam tangan, riset dan juga mencari perajin yang bisa mewujudkan ide darinya. “Selama satu tahun aku berguru bagaimana sebuah jam tangan bisa diproduksi dan diaplikasikan pada material yang waktu itu belum pernah dibuat,” demikian ujarnya.
Dengan modal awal sebesar 30 juta yang ia kumpulkan dari gajinya menjadi karyawan, alhasil Lucky bisa juga memproduksi jam tangan kayu. Ia pun memberi brand pada jam tangan kayu yang ia produksi dengan nama Matoa. Ini didorong atas impian untuk mengangkat konten Indonesia dalam bersaing di pasar global.
Yang membanggakan lagi, dari semua produk dari Matoa, semuanya menggunakan nama-nama pulau yang ada di Indonesia. Sampai ketika ini, ada tujuh jenis produk jam tangan dari Matoa dengan mengusung nama Rote, Sumba, Gili, Moyo, Flores, Alor dan Sumba.
Ternyata produk-produk Matoa dengan menggunakan nama pulau di Indonesia ini sangat diminati dan berhasil bersaing dengan produk lainnya. Pada bulan pertama launching produk Matoa, Lucky bisa menjual 100 unit jam tangan. Pada produksi pertama tersebut, diberi nama Rote, Flores dan Sumba dengan harga Rp 890.000 per unit.
Menggunakan kayu eboni dari Makassar dan maple sebagai materi utama jam tangan Matoa, Lucky terus berkreasi untuk menyebarkan bisnisnya. Yang menjadi salah satu kelebihan produk jam ini ialah pembuatnnya yang masih menggunakan tenaga manusia.
Meskipun tidak seluruhnya menggunakan tenaga manusia, namun setidaknya 30% dari proses pembuatan masih disentuh pribadi oleh tangan kreatif manusia. Nah, inilah yang menjadi salah satu faktor daya tarik untuk bersaing dengan produk luar negeri.
https://rios-kesehatan.blogspot.co.id
Dari kelebihan yang tidak dimiliki oleh produk luar negeri tersebut, perkembangan Matoa semakin pesat dan signifikan. Untuk ketika ini, Matoa bisa diproduksi dalam kisaran 400 hingga 500 unit setiap bulannya. Bahkan untuk menerima jam tangan Matoa ketika ini, konsumen harus rela menunggu terlebih dahulu selama hingga dua minggu. Ini alasannya ialah besarnya ajakan dari pasar yang terus berkembang.
Advertisements

pengusaha sukses internasional bob sadino

“pengusaha sukses bob sadino”

siapa yang tak kenal tokoh masyarakat yang satu ini. ia yaitu bob sandiono atau sering di sebut om bob lahir pada tanggal 9 maret 1933 wafat 19 januari . om bob yang mempunyai daya tarik tersendiri dari pengusaha sukses lain yakni selalu mengenakan pakaian sederhana dengan celana pendek dan kemeja berlengan pendek ini ini memang menjadi pandangan gres banyak masyarakat.
Pria yang setiap harinya hobi mengenakan kemeja dan celana pendek ini yaitu pemilik perusahaan pengolahan daging, telur, dan sayuran berskala nasional berjulukan Kemchick dan Kemfood. om bob yang dulu terlahir dari keluarga berkecukupan ini mengawali karirnya di indonesia setelah kedua orang tuanya meninggal dunia dan ia mewarisi kekayaan oang tuanya yang di gunakanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya alasannya yaitu ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakoni Bob Sadino setelah keluar dari perusahaan yaitu menyewakan kendaraan beroda empat Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia menerima kecelakaan yang menjadikan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp.100.[1]
https://rios-bisnis.blogspot.co.id

Suatu hari, seorang sahabat menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai membuatkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Tak ada rasa aib maupun rasa penyesalan did lam hidupnya untuk berwira usaha sendiri. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di tempat Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Seiring dengan berjalannya waktu, Om Bob pun pelan-pelan mulai mencicipi hasil jerih payahnya. Jika tadinya ia hanya menjadi pedagang telur dan daging ayam kelas lokal bisnisnya lalu mulai bertransformasi menjadi pedagang besar yang melayani pelanggan secara nasional. Perkembangan itu pun semakin besar dengan pendirian Perusahaan Kemchick dan Kemfood yang melayani pasar luar negeri.

Dengan modalnya yang jago berbahasa Inggris dan memahami selera pasar di sana, perusahaan Bob hingga dikala diketahui mengekspor beberapa produknya ke beberapa negara, salah satunya yaitu Jepang. Bisnis Bob Sadino yang tadinya seolah tidak memiliki masa depan perlahan mulai menyampaikan tajinya dengan berhasil masuk ke kancah internasional.
Banyak orang selalu bertanya-tanya apa bergotong-royong “rumus” keberhasilan Bob Sadino. Namun pria nyentrik ini selalu menjawab bahwa ia tidak punya cara khusus. Rahasia utamanya yaitu dengan berusaha dan tidak takut mencoba. Jangan banyak berencana yang dibutuhkan yaitu “action”.
Bob Sadino mengatakan hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Dia memulai usaha sama sekali tidak menggunakan rencana. Berbeda dengan pengusaha sekolahan lainnya yang menggunakan ilmu administrasi untuk membuatkan bisnisnya, Bob Sadino lebih suka memanfaatkan insting bisnis yang dipunya.
https://rios-bisnis.blogspot.co.id
Inilah beberapa perinsip dalam memulai menjalankan bisnis bob sandiono
Saat orang Ribut Dengan Target yang Dicanangkan, Bagi Bob Sadino Perjalanan Menuju Sukses Justru Tidak Perlu Memiliki Tujuan
Dengan adanya tujuan, maka seseorang hanya tertuju pada satu titik yang namanya tujuan. Dia tidak akan berusaha untuk menerima hasil yang melebihi titik tersebut. Padahal potensi setiap orang sangat mungkin melewati titik tersebut. Makara sayang dong kemampuan saya, bila harus dipaku oleh tujuan.
Rencana Adalah Bencana Bagi Bob Sadino. Dalam Bisnis Oom Bob Selalu Menekankan Prinsip “Mengalir Saja”
Rencana itu cuma berlaku buat mereka yang berguru manajemen. Dari A, B, C, D, hingga Z. Padahal dalam bisnis tidak ada yang menyerupai itu, bisnis tidak mungkin lurus dan runut saja. Tapi sayangnya di sekolah kita sudah terlalu sering diajarkan bikin rencana. Padahal rencana itu racun, bencana!
Jangan Pernah Cari Untung dan Keberhasilan Dalam Bisnis. Kalau Mau Berhasil Justru Kamu Harus Mencari Kegagalan dan Kerugian!
Orang sudah terlalu terbiasa berpikir secara linier. Kalau mau usaha, pasti mencari untung; mencari berhasil. Padahal dalam usaha itu ya pasti ada rugi dan gagal toh? Bagi kau yang mau berhasil, justru cari kegagalan sebanyak-banyaknya. Sebab keberhasilan itu hanyalah sebuah titik di puncak gunung kegagalan.
Kalau Mau Usaha Itu Ya Lakukan Saja. Urusan Hitung-hitungan Tak Usah Dipikirkan

Kelemahan banyak orang yaitu terlalu banyak mikir membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. Padahal yang penting yaitu action

Kalau kita mencari untung duluan, usaha belum tentu dilakukan alasannya yaitu takut rugi. Tapi bila mencari rugi, usaha pasti dilakukan alasannya yaitu ga takut untung
Kuliah Hanya Akan Mengajarkanmu Untuk Tahu. Tapi Bagi Bob Jalanan yang Mengajarkannya Untuk Bisa Makara Perasa 
Kalau mahasiswa IPK nya sudah 3 koma itu alamat jadi karyawan saja lah. Kalau mau jadi pengusaha, IPK jeblok saja. Karena dengan begitu mau tak mau kau akan ditolak perusahaan dan terpaksa membuka usaha sendiri.
Walau Sudah Berhasil Bob Selalu Menekankan Pada Calon Pengusaha Untuk Makara Dirinya Sendiri. Jangan Pernah Makara Mesin Fotokopi, Sesukses Apapun Orang yang Ingin Kamu Fotokopi 
Mending mana? Saya pakai celana pendek tapi beli pakai uang sendiri atau celana panjang tapi pakai uang rakyat? Hahahahaha. Saya hanya penganggur. Tapi saya bisa ekspor ribuan ton ke Jepang. Saya punya kemchick sebagai supermarket, kemfood untuk daging olah dan saya punya 1.600 orang yang bekerja di perusahaan saya. Mau ngapain lagi saya? Makara saya nganggur.
Inilah dongeng bob sandiono dan beberapa kata kata inspiratiif nya, biar dengan membaca artikel ini anda mendapat pencerahan dalam memulai usaha. Dalam memulai usaha anda harus mencintai usaha anda terlebih dahulu gres dari cinta akan usaha maka anda akan menghasilkan untung dari kecintan akan usaha anda. Kalau kita mencari untung duluan, usaha belum tentu dilakukan alasannya yaitu takut rugi. Tapi bila mencari rugi, usaha pasti dilakukan alasannya yaitu ga takut untung

manisnya bisnis durian penghasilan 20 juta tiap bulan

“Manisnya Bisnis Durian penghasilan 20 Juta tiap Bulan”

Berbisnis di bidang masakan memang memiliki peluang yang begitu besar dan tidak ada matinya. Ini dikarenakan setiap insan pasti ingin menikmati dan mencoba hal yang gres terutama makanan maupun minuman.

Seperti yang dirasakan oleh 5 sahabat ini, Bayu dan keempat sahabat kosnya, yaitu M. Umar Faruk, Arif Athoillah, Eko Setiawan, dan Ferly Juli Herlambang, gotong royong merintis bisnis olahan durian dengan nama DurianLegitID. Kelimanya merintis usaha durian dengan modal awal Rp 5 juta.

Memulai berbisnis durian dipilih bayu dan sahabat temannya dikarenakan memiliki pangsa pasar yang masih luas untuk di kaji lebih dalam lagi. Buah durian juga bisa diolah menjadi banyak sekali jenis varian makanan sehingga memiliki nilai jual yang cukup tinggi

DurianLegitID memperlihatkan beberapa varian makanan olahan durian, mulai dari durian kupas yang dikemas dalam kemasan, pancake durian, brownies durian, hingga jus durian.Bahan baku untuk olahan bayu mengatakan mengambil pribadi dari medan sumatera utara. Hal ini dikarenakan cita rasa durian asal medan memiliki aroma dan daging buah yang lebih nikmat.

Bayu mengaku produk yang paling diminati oleh konsumen yakni durian kupas dan pancake durian. Setiap bulannya, Bayu memerlukan lebih dari 100 kilogram (kg) durian asal Medan untuk diolah menjadi beberapa produk khas DurianLegitID. Kita biasanya 80 kilogram itu kurang dari sebulan. Kalau sebulan hingga juga 100 kilogram,” tutur Bayu.

Produk olahan durian buatan Bayu dan teman-temannya dijual mulai dari Rp 15.000 untuk durian goreng hingga pancake durian seharga Rp 85.000 dengan isi 21 buah. Setelah kurang lebih dua tahun menjalankan bisnisnya, Bayu dan keempat rekannya dikala ini bisa mengantongi omzet hingga Rp 20 juta setiap bulannya. Kalau omzet itu kira-kira hingga Rp 15 juta-Rp 20 juta ujar Bayu.

Sumber : detik.com

Cerita Pengerajin Bambu di Purwakarta

Cerita Perajin Bambu di Purwakarta

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi telah mengeluarkan kebijakan semoga lingkungan perkantoran dan warga menghias gapura dan jalan dengan aneka macam hiasan yang berbahan dasar bambu ibarat boboko (bakul nasi) dan cetok (caping).

Kebijakan tersebut ternyata berimbas pada pendapatan para perajin bambu di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Salah satunya ialah Mak Titi (49), seorang perajin asal Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Menurut Mak Titi, semenjak pertama diumumkan mengenai tema hiasan dalam rangka hari jadi ialah barang berbahan dasar bambu, semenjak ketika itu undangan pun mulai mengalir dari eceran hingga partai besar.

Mak Titi mengaku, meski ketiban untung namun ia sempat dibuat kebingungan alasannya ialah pesanan yang membludak. Selain harus mencari materi baku tambahan ia pun harus mencari tenaga tambahan untuk membantunya membuat aneka macam kerajinan.

Kesulitan pun tidak berhenti hingga di situ, perajin yang telah menggeluti usahanya selama 25 tahun terakhir ini pun dibuat kebingungan dengan deadline yang diberikan para pelanggannya. Padahal, selama ini ia membuat barang dagangannya dengan alat seadanya ibarat pisau dan golok yang telah turun menurun diwariskan dari keluarga.

Biasanya kan paling sehari cuma bikin 40 buah. Kalau ibarat sekarang mampu naik hingga sepuluh kali lipat, minimal 400 buah,” katanya.

Lebih lanjut Mak Titi mengungkapkan, akhir undangan yang banyak dan materi baku yang kurang ia pun terpaksa menaikkan harga mencapai Rp 3.000-Rp 5.000 per satu buah barang. Hal itu pun terpaksa ia lakukan alasannya ialah materi baku yang mahal ditambah harus membayar tenaga tambahan untuk memenuhi pesanan.

Informasi saja, Bupati Dedi mengimbau warga untuk menghias gapura dan jalan untuk menyambut hari jadi Purwakarta ke-185 tahun atau 45 tahun untuk Kabupaten Purwakarta dengan menggunakan tujuh aksesoris berbahan baku bambu. Ketujuh aksesoris tersebut ialah cetok, boboko, hihid, aseupan, nyiru, kentongan, dan ruas beas perelek.

sumber : detik.com

Bisnis Kayu Jati Wanita Ini Raup Omzet Rp 40-50 juta/bulan

Bisnis Kayu Jati Wanita Ini Raup Omzet Rp 40-50 Juta/Bulan

Pengrajin kayu jati yang menjual souvenir dan interior rumah tangga telah banyak menjamur. Namun, yang membedakan ialah metode pembuatannya.

Pemilik Kaemara Danastri dari Blora, Vitri Devid mengatakan, produknya unggul di proses finishing produk. Dari segi proses akhir, produknya menyemprotkan cairan impra pelapis kayu supaya lebih tahan lama sehingga kualitasnya terjamin. Menurutnya, dari segi proses selesai atau finishing dapat memengaruhi harga jual produk. Perbedaan harga yang dimaksud misalnya produk ukuran besar mampu berbeda Rp 200-300 ribu sedangkan yang berukuran kecil mampu berbeda Rp 20-30 ribu per/unit. Hal itu sebab cairan impra sebagai pelapis kayu yang dapat disemprot berkali-kali lebih dari 5 kali sehingga tidak mudah rusak menyerupai tergores atau pun terkupas.

Finishing impra dan di lapisi berkali-kali impra berkali-kali nggak cuma sekali, supaya beliau tahan gores, kena lembab aman, mampu kena air, kan ada kayu yang suka ngeletek (mengelupas) jika di gores kadang di tempelkan label saja ada yang terkelupas kayunya,” imbuhnya. Produk kerajinan kayu jati yang dijual misalnya kotak tisu, daerah tisu, stationary, lampu meja, kaligrafi, kaca, dan lainnya. Ia memulai bisnis dengan meneruskan usaha orang tuanya, awalnya dengan modal sekitar Rp 40 juta, hal itu sebab kayu yang dibeli Rp 14 juta per kubik.

Modal berjalan sekitar Rp 40 juta juta sebab kayu satu kubik itu Rp 14 juta paling dibagi-bagi mampu puluhan produk dan beberapa model item. Kita beli kayunya dari Perhutani, kata Vitri. Kini omzetnya mencapai Rp 40 juta -Rp 50 juta per bulan. Selain memasarkan produknya melalui pameran, produknya juga banyak dijual untuk suvenir pengantin, hotel, dan perkantoran. Selain itu produknya pernah diekspor meskipun melalui buyer orang Indonesia yang dikirim ke luar negeri menyerupai Malaysia, Singapura, dan Jerman.

Produknya dijual dalam range Rp 35.000 – Rp 4 juta. Saat ini karyawannya gres berjumlah 6, tetapi pengiriman produknya telah mencapai Surabaya, Semarang, Pontianak, Makasar, Batam, Kalimantan, Batam, Serang, Jakarta, dan lainnya.

Saat ini beliau gres memiliki 1 daerah workshop yang bergabung dengan daerah produksi di Jl Gunandar No 8! Blora, Semarang, Jawa Tengah 

sumber : detik.com

Berbisnis Obat Herbal Jahe Merah Raup Omzet Rp 50 juta/bulan

“Berbisnis Obat Herbal Jahe Merah Raup Omzet Rp 50 Juta/Bulan”

Masa pensiun bukan berarti keran penghasilan juga ikut berhenti. Turijo contohnya, pensiunan PT Krakatau Steel Tbk ini menjalankan bisnis obat herbal dari jahe merah.

Turijo menceritakan, bisnis pembuatan jahe merah dirintis dari rumahnya di Desa Kebondalem, Cilegon, Banten. Dari awalnya hanya dibantu istri, kini Turijo sudah memiliki 7 orang karyawan yang membantu selama proses produksi jahe merahnya.

Dalam satu bulan produksinya 1 ton lebih, aku malah jikalau ada modal dan pasar menargetkan 500 kilogram per hari. Omzet sekarang Rp 50 juta dalam satu bulan,”ujar Turijo yang asli Purworejo ini

“Semua bahannya dari petani di Banten. Saya kerja sama dengan petani, aku arahkan waktu tanam mereka semoga sepanjang tahun mampu panen,” ujar Turijo yang kini menginjak usia 62 tahun ini.

Dirintis pada setelah pensiun, omzetnya terus naik setelah dirinya beberapa kali hadir dari satu ekspo ke ekspo lain. Bahkan, produk obat herbalnya ini sudah menembus sejumlah pasar modern di banyak sekali kota.

Sudah dipasarkan di Bandung, Jakarta, Banten, dan kawasan lainnya lewat Carrefour dan Lottemart. Kalau dulu ikut ekspo berangkat bawa berat, pulang bawa berat, sekarang berangkat berat pulangnya bawa enteng,” ucap Turijo.

Harga jahe yang punya banyak khasiat ini, lanjutnya, juga masih sangat terjangkau. Satu kemasan isi 5×15 gram dibanderolnya seharga Rp 15.000. Dirinya juga telah meluaskan usahanya dengan memproduksi abu kunyit, temulawak, dan kencur.

sumber : detik.com

Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Dari Pupuk Organik

Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Dari Pupuk Organik

Usaha apa pun, jika ditekuni akan membuahkan hasil. Seperti dilakukan Turjangun (46), petani asal Desa Amongronggo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dia sukses menciptakan dan menjual pupuk organik. Omzetnya ratusan juta rupiah tiap bulan.

Bisnis tersebut berawal dari kelangkaan pupuk yang kerap terjadi di ketika memasuki trend tanam. Turjangun memeras otak. Melihat kotoran sapi yang berlimpah, belum banyak dimanfaatkan. Turjangun mulai mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik semenjak tahun 2000. Tentu tak eksklusif berhasil. Berbagai uji coba dilakukan di sebuah bangunan yang dinamakan laboratorium sederhana.

Setelah sekian mencoba dengan uji laboratorium, Turjangun alhasil menemukan komposisi bahan-bahan untuk membuat pupuk organik. Mulai ukuran air, kotoran sapi, tetes tebu, maupun hingga ukuran kolam pengolahannya. Selanjutnya ia menimbulkan lahannya sebagai percobaa

Hasilnya memuaskan. Mulai ketika itulah, saya memproduksi pupuk organiknya dengan jumlah yang banyak,” kata Turjangun di daerah usahanya

Tidak hanya petani lokal saja yang menggunakan pupuk organik miliknya, namun juga banyak petani di Jawa, Sumetera, NTB bahkan Papua. Tidak heran jika omzet Turjangun kini mencapai ratusan juta rupiah. Warga sekitar juga ikut mencicipi kesuksesan Turjangun, ialah dilibatkan dalam proses pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi.

Keistimewaan lain pupuk organik ke tanaman padi, menurut Turjangun, nasi tidak akan bau dalam waktu tiga hari. Beda dengan pupuk kimiawi.

Berkat kreativitas ini, Turjangun juara di tingkat kabupaten dan provinsi pada tahun . Pria yang hanya lulusan Kejar Paket C ini juga dinobatkan sebagai petani berprestasi di tingkat nasional. Hadir di sidang paripurna MPR dan ikut upacara HUT RI ke-71 di Istana Negara.

Sebelumnya, pada silam, Turjangun menerima penghargaan dari Menteri ESDM Jero Wacik alasannya dianggap sukses berorganisasi dan memajukan petani dengan mengolah limbah sapi menjadi gas dan biogas.

sumber : detik.com